Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan seminar dengan tema “Women Support Women dalam Mengurangi dan Mencegah Kekerasan Seksual di Kampus” di Auditorium Gedung Teresa Kampus IV UAJY, pada Kamis (4/4/2024). Seminar ini merupakan bentuk kerja sama antara Satgas PPKS UAJY dengan Satgas PPKS Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dalam rangkaian kegiatan memperingati International Women’s Day.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor 3, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, CSA. beserta anggota Satgas PPKS serta mahasiswa UAJY dan UKDW.
Melalui sambutannya, Yosef menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak hanya bisa dilakukan oleh satgas universitas, melainkan perlu adanya kesadaran seluruh orang.
“Tentu pencegahan kekerasan seksual tidak hanya dari satgas tapi dari kita semua. Tentu kesadaran kita semua yang menjadi kunci,” ujar Yosef.
Gerakan Women Support Women merupakan solidaritas antar perempuan untuk bergerak bersama dalam melawan berbagai ketimpangan yang ada.
Ketua Satgas PPKS UAJY, Dr. Dina Listiorini, M.Si. menjelaskan bahwa gerakan Women Support Women penting dilakukan karena masih belum banyak perempuan yang secara terbuka mendukung perempuan lainnya termasuk korban kekerasan seksual.
“Sering kali tidak banyak perempuan yang mendukung perempuan. Belum banyak perempuan yang secara terbuka menyatakan bahwa dia siap untuk mendukung perempuan lainnya,” jelas Dina.
Pembicara Seminar, Budi Wahyuni, MM. MA. selaku dosen UGM, aktivis dan mantan wakil ketua Komnas HAM, mengatakan bahwa dalam melakukan gerakan Women Support Women, tidak jarang muncul stigma dari lingkungan. Hal tersebut dianggap sebagai hambatan bagi orang yang ingin membantu.
Ia mengajak peserta untuk dapat mengerti dan berempati kepada korban kekerasan seksual. Ia mengatakan bahwa korban kekerasan seksual membutuhkan orang yang bisa mendengarkannya, bukan orang yang menyalahkan.
“Yang mesti dijaga baik-baik dalam membantu korban, yang menurut saya hukumnya haram yaitu tidak menyalahkan. Itu yang penting, tidak menyalahkan,” tekan Budi.
Pada akhir acara, terdapat pengumuman juara lomba video pendek bertemakan Women Support Women yang telah digelar sejak awal Maret 2024.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor 3, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, CSA. beserta anggota Satgas PPKS serta mahasiswa UAJY dan UKDW.
Melalui sambutannya, Yosef menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak hanya bisa dilakukan oleh satgas universitas, melainkan perlu adanya kesadaran seluruh orang.
“Tentu pencegahan kekerasan seksual tidak hanya dari satgas tapi dari kita semua. Tentu kesadaran kita semua yang menjadi kunci,” ujar Yosef.
Gerakan Women Support Women merupakan solidaritas antar perempuan untuk bergerak bersama dalam melawan berbagai ketimpangan yang ada.
Ketua Satgas PPKS UAJY, Dr. Dina Listiorini, M.Si. menjelaskan bahwa gerakan Women Support Women penting dilakukan karena masih belum banyak perempuan yang secara terbuka mendukung perempuan lainnya termasuk korban kekerasan seksual.
“Sering kali tidak banyak perempuan yang mendukung perempuan. Belum banyak perempuan yang secara terbuka menyatakan bahwa dia siap untuk mendukung perempuan lainnya,” jelas Dina.
Pembicara Seminar, Budi Wahyuni, MM. MA. selaku dosen UGM, aktivis dan mantan wakil ketua Komnas HAM, mengatakan bahwa dalam melakukan gerakan Women Support Women, tidak jarang muncul stigma dari lingkungan. Hal tersebut dianggap sebagai hambatan bagi orang yang ingin membantu.
Ia mengajak peserta untuk dapat mengerti dan berempati kepada korban kekerasan seksual. Ia mengatakan bahwa korban kekerasan seksual membutuhkan orang yang bisa mendengarkannya, bukan orang yang menyalahkan.
“Yang mesti dijaga baik-baik dalam membantu korban, yang menurut saya hukumnya haram yaitu tidak menyalahkan. Itu yang penting, tidak menyalahkan,” tekan Budi.
Pada akhir acara, terdapat pengumuman juara lomba video pendek bertemakan Women Support Women yang telah digelar sejak awal Maret 2024.